Konsep Dasar Hidroponik Sederhana

10408618_284120151758841_4196473090197116729_n

 

Konsep Dasar Hidroponik Sederhana
—————————

Menanam tanaman dengan cara hidroponik telah menjadi alternatif dalam membudidayakan tanaman (sayur, bunga dan buah). Selain mudah diterapkan hidroponik ini juga terbukti mampu meningkatkan hasil serta menurunkan biaya tanam (terutama pupuk). Maasih jarang kita temukan ada petani mengaplikasikan teknik hidroponik ini di kebun atau lading mereka, hal ini karena kurangnay penyuluhan yang diberikan oleh petugas penyuluh pertanian ke petani atau mungkin bisa jadi penyuluh sendiri kurang memahami konsep hidroponik ini bila diterapkan kedalam tanaman dengan skala besar?

Pada dasarnya konsep hidroponik itu amat sederhana, sesuai dengan asal katanya “hydro dan ponos” yang dalam bahasa Indonesia bisa diartikan hidro berarti air dan ponik berarti kekuatan (daya). Jadi hidroponik itu berarti membudidayakan tanaman dengan menggunakan media air. Bukankah itu cukup sederhana?

Selama ini masyarakat hanya mengenal media tanam berupa tanah, padahal media tanam itu tidak hanya tanah; misalnya kapas, bisa digunakan untuk media tanam jamur, kayu bisa diguanakn untuk media tanam bunga anggrek.

Jadi media tanam itu bukanlah menjadi permasalahan dalam budidaya tanaman, sebuah tanaman (tumbuhan) pada dasarnya bisa hidup dimana saja asalkan unsure hara dan zat makanan tersedia.

Unsur makanan itu tidak harus berada dalam tanah (alami). Unsur hara itu bisa dimodifikasi dengan pemberian pupuk.

safe_image-tile

Rasanya dengan penjelasan singkat diatas maka kita bisa membuat sebuah konsep tanaman hidroponik sederhana, salah satunya sebagai berikut:

Kita akan menanam paprika secara hidroponik, maka peralatan dan perlengkapan yang kita butuhkan sebagai berikut:

1. Wadah,

digunakan untuk menampung media tanam. Wadah ini bisa saja kaleng bekas, ember bekas, atau plastik polibek.

 

2. Media tanam,

syarat media tanam dengan cara hidroponik paling utama adalah media tersebut mampu menyerap air dan menyimpanya beberapa waktu. Contohnya; serbuk kayu (gergaji), sabut kelapa dan lain-lain, selain mampu menyerap air media ini juga mampu menopang dasar pohon tanaman yang akan kit tanam secara hidroponik.

 

3. Bibit tanaman,

bibit yang kita butuhkan dalam menanam secara hidroponik ini buka berbentuk biji, melainkan tanaman muda yang telah memiliki struktur jaringan akar yang komplet. Misalnya tanaman paprika yang telah disemai selama 2 minggu.

4. pupuk (zat makanan tumbuhan/ unsure hara),

karena paprika yang kita tanam dalam media yang tidak mengandung unsure hara (seperti humus), maka kita harus menyediakan pengganti unsur hara tersebut yang terdapat dalam pupuk tanaman.
 

by. Yulia

Iklan

Apotik Hidup dengan Hidroponik

 

Apotik Hidup dengan Hidroponik
———————–

Tanaman apotik hidup adalah tanaman yang berkhasiat untuk obat-obatan, seperti obat sakit perut, obat sakit kepala, obat kembung, obat masuk angina, obat pelangsing hingga bahan-bahan kosmetik kecantikan untuk wanita. Contoh tanaman itu ntara lain; jahe sebagai obat batuk kering, kunyit sebagai antibiotik alami, temu lawak sebagai penambah selera makan, mahkota dewa sebagai obat penurun darah tinggi begitu juga timun, rosella yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh dan banyak sekali jenis tanaman yang dapat dikategorikan sebagai apotik hidup.

IMG_1228

Bagi kita yang memiliki pekarangan luas tentu saja dapat dengan leluasa menanam tanaman obat-obatan tersebut, nah bagaimana dengan kita yang halaman pekarangan rumahnya cukup sempit? Pasti akan terkendala jika ingin menanam berbagai jenis tanaman apoti hidup. Untuk itu solusi paling tepat adalah menanam tanaman obat tersebut secara hidroponih, dimana tanaman hidroponik ini bisa diletakkan secara bertingkat-tingkat pada rak.

Hampir semua tanaman apotik hidup dapat ditanam secara hidroponik. Tanaman apotik hidroponik yang paling mudah dibuat adalah tanaman yang menghasilkan biji atau buah sebagai bahan obat; midalnya mahkota dewa, rosella, dan lain-lain. Untuk tanaman dimana umbinyalah yang dapat dijadikan sebagai obat mungkin akan terkendala pada jenis media hidroponik yang tepat. Sebab umbi jika terlalu sering terkena air akan cepat membusuk, walaupun umbi tersebut dalam keadaan hidup.

Untuk membudidayakan apotik hidup secara hidroponik pada lahan yang terbatas sebaiknya menggunakan rak-rak tanaman, sehingga tanaman obat bisa disusun pada rak-rak tersebut dalam jumlah yang banyak, atau dikombinasikan dengan tanaman hias.

 

IMG_1235
Berikut ini beberapa jenis tanaman obat yang dapat dengan mudah dibudidayakan secara hidroponik:

KEJI BELING = sebagai penurun kadar kolesterol dalam darah
SAMBILOTO = menekan pertumbuhan kangker dan melindungi hati
HANDEULEUM = obat wasir dan demam
TEMPUYUNG = menghancurkan batu ginjal
BELUNTAS = obat penurun panas dan penghilang bau badan
BUNGA KENOP = obat sesak napas
DAUN DEWA = obat pendarahan dan kejang pada anak.
CIPLUKAN = obat paru-paru dan juga obat batuk
JARAK BALI = demam dan obat bisa ular
JATI BELANDA = obat sakit perut
KEMUNING = obat bisul
KUMIS KUCING = obat sembelit

Semua tanaman tersebut dapat dengan mudah ditanam secara hidroponik, ada sebahagian yang dikembang biakkan dengan biji, ada juga dengan batang.

Selamat ber-Kreasi.

 

by. Yulia